Selasa, 23 Maret 2010

Menjalin Cinta Kasih Dalam Islam


Menjalin Cinta Kasih Dalam Islam



Cinta kasih adalah nilai-nilai yang bersifat universal. Tidak memandang ras,
suku dan agama, semua akan sepakat bahwa cinta kasih merupakan pondasi dalam
kehidupan bermasyarakat.





Cinta Rahmah



Cinta kasih pada sesama didalam al-quran disebut dengan cinta rahmah (Q/30:
31).
Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap
berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini
lebih memperhatikan sesamanya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang
penting adalah kebahagiaan orang lain meski untuk itu ia harus menderita. Ia
sangat memaklumi kekurangan dan selalu memaafkan kesalahan. Cinta kasih juga
cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap
anaknya, dan cinta anak pada orang tua. Dari itu maka dalam al Qur'an, kerabat
disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan
kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut
rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana
psikologis cinta kasih dalam satu ruang yang disebut rahim. maka dianjurkan
untuk selalu silaturrahmi artinya menyambung
tali cinta kasih.



Al-Qur'an menawarkan janji kepada orang yang senantiasa menebarkan cinta kasih
dan yang mengikuti petunjuk Allah SWT, dan menggunakan akal pikirannya secara
sehat, berupa pahala dan kebahagiaan hidup yang dalam berbagai surat dalam
al-Qur'an disebut dengan berbagai formula yang menarik, seperti ampunan, pahala
yang besar, pahala yang mulia, pahala yang baik, pahala yang tidak ternilai,
pahala di dunia, pahala akhirat, rizki yang mulia, tempat kesudahan yang baik,
kemenangan yang dekat, dan pertolongan Allah SWT, serta surga.
Menjalin Cinta dengan Allah
Muhammad Ahmad Ghanayim
oleh: Isbaya, SKM

Apakah Kita Mencintai Allah?, Apakah Perbuatan yang kita lakukan menunjukkan kecintaan kita kepada-Nya?



Segala sesuatu dasarnya adalah cinta, setiap kali cinta terjalin antara manusia dengan yang dicintainya, maka ia menuntut ketaatan. Semakin besar rasa cintanya, semakin besar pula dorongan untuk mentaatinya, dan semakin kecil cintanya, dorongan untuk mentaatinyapun semakin melemah.



Ayat Al-Qur`an Mengenai Ujian Atas Cinta Kepada Allah SWT.

Q.S At Taubah ayat 24 :


``Katakanlah, ` Jika Bapak-Bapak, Anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yag kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan rasul-Nya dan (dari) berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.``


Refleksi :
  • Realita hati yang condong terhadap beberapa hal yang berharga dari kehidupan dunia.

  • Orang tua, anak-anak, keluarga, istri, kekayaan, pekerjaan serta tempat tinggal merupakan hal-hal duniawi yang halal untuk dicintai, bahkan Islam mendorong untuk mencintai dan mmperhatikan hal-hal diatas.

  • Tetapi tidak boleh lebih dicintai darI pada Allah, rasul-Nya dan dari berjihad dijalan-Nya.

  • Jika hal demikian terjadi maka Allah mengancam dengan azab-Nya.

  • Tidak adanya cinta kepada Allah diatas segalanya merupakan suatu permasalahan.

  • Tidak dibenarkan menyamakan cinta kepada Allah sama dengan kecintaan kepada yang lain.
    Q.S Al Baqoroh ayat 165:
    ``dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah ; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa ( pada hari kiamat ), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal)."

  • Hal-hal yang kita cintai didunia merupakan cobaan atas kecintaan kita kepada Allah yang mesti menuntut ketaatan.

  • Orang yang melakukan perbuatan maksiat termasuk orang yang tidak menjadikan Allah sebagai pusat perhatiannya atau minimal tidak menjadikan Allah sebagai yang utama dalam hidupnya.


Kenikmatan dan Kecintaan Allah kepada kita



Seandainya setiap orang khususnya umat Islam merenungi kenikmatan dan kecintaan yang Allah berikan kepada kita, maka mereka pasti akan mencintai Allah diatas segalanya.
Manusia secara naluriah akan mencintai sesuatu yang mengagumkan, yang telah memberikan perhatian, kasih sayang serta kebaikan yang banyak kepada kita. Maka hanya Allahlah sebaik-baik pemberi kasih sayang dan perhatian yang besar kepada kita.



  • Dia-lah yang telah menciptakan kita dan segala hal dialam ini yang akan menyokong kehidupan kita.

  • Dia-lah yang telah menciptakan kita dengan kelebihan-kelebihan yang tidak terdapat pada makhluk lain ciptaan-Nya.

  • Dia-lah yang memberikan segala kenikmatan dalam hidup ini .

  • Dia-lah yang senantiasa menjaga kita tanpa kita sadari

  • Q.S Ar Ra`d ayat 11
    ``bagi manusia ada penjaganya ( mu`aqqibat ) yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya ata perintah Allah``

  • Dia-lah yang telah memilih kita untuk menjadi kholifah di muka bumi ini.


Apakah kita lupa kepada Allah ?


Sudah selayaknya kita kaum Muslimin untuk selalu menjaga hubungannya dengan Allah dalam setiap aktifitas. Kita harus menjadikan Allah hal utama dalam segala hal. Jika kecintaan kita kepada Allah tidak berkurang, kita selalu menjaga hubungan baik dengan-Nya, senantiasa menjaga hati untuk mengingat-Nya, karena Allah lah segalanya, Allah lah yang menjadikan diri kita mulia, maka Allah akan menurunkan kasih sayang-Nya.
Q.S Al Hasyr ayat 19

`` Janganlah kalian menjadi orang-orang yang melupakan Allah maka Allah akan melupakan diri mereka``


Mengapakah kita melakukan maksiat kepada-Nya ?

Apakah kita akan menemukan penolong selain-Nya ?
Bukankah apa yang kita terima dari segala kenikmatan akan diminta pertanggung jawabannya ?
Q.s At Takatsur : 8

`` kemudian kamu akan diminta pertanggungjawaban pada hari kiamat atas kenikmatan ( yang Allah berikan )``



Bagaimana Mencintai Allah


  1. Melatih diri dengan beribadah dan banyak merenungkan ciptaan Allah SWT. Yang dengannya akan tampak kebesaran Allah.

  2. Q.S Adz Dzariyat : 21
    ``dan dalam diri kamu ( terdapat keagungan dan kebesaran Allah ) mengepa kamu tidak bertafakkur ( merenung )``

  3. Merasakan penghambaan, rasa hina, dan memerlukan pertolongan dari Allah. Karena hanya Dia-lah satu-satunya yang telah menciptakan kita, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia Dzat yang tunggal, hanya Dia yang tidak membutuhkan kepada yang lain, hanya kepa-Nya semua makhluk membutuhkan pertolongan

  4. Berusaha untuk merasakan bahwa bahwa kita sedang berbicara dengan Allah dan kita mendengarkan apa yang difirmankan-Nya, lalu kita jawab apa yang difirmankan dengan jawaban ``ya`` atau ``tidak``. Kita berusaha mengadakan komunikasi dengan Allah.

  5. Teruslah berdo`a. dengannya kita rasakan kehinaan kita dihadapan-Nya, kita rasakan keagungan-Nya, kita rasakan betapa lemah dan butuhnya kita atas pertolongan-Nya.

  6. Melatih diri untuk selalu taat dalam kehidupan keseharian kita.

  7. Mencintai Rasul-Nya dan mengikuti sunnahnya.

  8. Q.S Ali Imron : 31-32
    ``katakanlah, ` jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. ` Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, `taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.``

  9. Menjadi Dai yang menyampaikan Risalah-Nya.



Tanda-tanda Cinta kepada Allah

  1. Mencintai segala macam yang berkaitan dengan dzat Allah. Senang membaca firman-Nya, Agama-Nya ( Islam ), dan tanda-tanda kebesaran-Nya didaratan dan lautan.

  2. Memiliki rasa rindu untuk bertemu dengan Allah, sehingga timbul keinginan untuk lepas dari kehidupan dunia.

  3. Senang mengerjakan ketaatan gar dekat dengan-Nya

  4. Merasakan kedekatan dengan Allah

  5. Mengikuti sunnah nabi

  6. Bergembira karena Allah, dengan merasa cukup atas apa yang diberikan Allah dan ridho atas apa yang telah diputuskan Allah.

  7. Mencari kematian yang baik ( husnul Khotimah) atau mati syahid

  8. Suka berinfak dan lebih mementingkan orang lain.



Contoh para pecinta Allah dan yang dicintai-Nya

  1. Kecintaan malaikat. Dengan sebegitu besarnya sehingga mereka tak pernah henti untuk taat dan beribadah kepada Allah

  2. Kecintaan Nabi Nuh. Sampai dia ridho menerima keputusan Allah bahwa anaknya yang kafir tidak tergolong orang yang selamat dari siksa api neraka.

  3. Kecintaan nabi Ibrohim. Sehingga dia rela menyembelih anak kesayangannya, rela dibakar hidup-hidup, dll.

  4. Kecintaan nabi-nabi lain.

  5. Kecintaan Istri Imron. Dapat terlihat dalam munajatnya dalam Q.S Ali Imron: 35-36

  6. Kecintaan Nabi Muhammad SAW. Bisa kita lihat dari seluruh kehidupannya dan dari doa-doa yang dipanjatkannya.
    Kecintaan para sahabat

  7. Kecintaan Abu Bakar. Atas semua pembenarannya kepada Rasul sampai-sampai rasul bersabda :

  8. ``apabila seluruh keimanan umat Islam dikumpulkan lalu dibanding dengan keimanannya Abu Bakar, maka keimanan Abu Bakarlah yang paling berat``

    dialah yang menginfakkan seluruh hartanya sebanyak tiga kali untuk digunakan jihad dijalan Allah, dialah yang pertama-tama masuk Islam dan membawa 7 orang lain untuk masuk Islam
  9. Umar bin Khattab. Dengan keperkasaan dan kekuatannya menjadi pembela Islam yang paling tangguh

  10. Dan para sahabat lainnya.


Menjaga Kecintaan Kepada Allah dalam hati

  1. memahami tanda-tanda dan cara-cara mencintai Allah didalam hati kita

  2. mempraktekan ajaran-ajaran Islam yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari

  3. Menyerahkan segala permasalahan kepada Allah,.

  4. Membersihkan hati dari hal-hal yang dapat menodai keikhlasan

  5. Terus meningkatkan nilai-nilai ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah.

  6. Banyak bersedekah dan menolong orang yang membutuhkan poertolongan

  7. Selalu berfikir untuk mempersembahkan yang terbaik untuk agama ini.

  8. Selalu merasakan kelezatan dalam beribadah dan mempraktekan akhlaq-akhlaq mulia.

  9. Tanamkan keinginan untuk mati syahid, meskipun jarak kita dengan medan jihad berjuta-juta mil.

  10. Selalu membaca Al Quran dengan penuh tadabbur


Penutup

Hanya Dia… Hanya Dia…. Dan hanya Dia yang layak kita cintai diatas segala-galanya.






















NamaNIM
Septia Andriani200918B0040076
Nabilah Salsabilah200918B0040041
Imanuela Puspita Dewi200918B0040065



















Jenis Kelamin
Laki-lakiPerempuan
Laki-lakiPerempuan














TahunBulan
Tanggal